CERITA KUPU-KUPU DAN KERA DI WAE BAJAR, POSER!

 Marten Tambang




Foto penulis
Maksimus Sergis Santi S.pd.,Gr.




Kupu-kupu dan kera di wae bajar

      Pada zaman dahulu di wae bajar (sebelah Barat kampung Poser)  hiduplah sekelompok Kera dan seekor kupu-kupu. Setiap pagi seekor Kera muda selalu menjaga sebuah sumur air yang digali oleh nenek moyang mereka dulu.

       Setelah beberapa bulan berlalu di golo munga dan sekitarnya sudah mulai memasuki musim kering, semua binatang sibuk mencari air kemana-mana, ada yang mencari air lindi bojok, poser, wae nanar dan wae bajar namun tak satupun mendapat air. 

      Kupu-kupu yang kehausan siang itupun menemukan sumur air yang dijaga oleh seekor kera. tanpa ragu-ragu seekor kupu-kupu lansung mencedok segayung air tersebut. Saat kupu-kupu lagi asyik minum, kera muda yang ditugaskan menjaga air itu sedang tidur. Seusai minum kupu-kupupun melompat sambil berteriak kegirangan karena dahaganya terobati.  mendengar teriakan si kupu-kupu, kera yang  ketiduran  diatas sebuah pohonpun kaget dan mulai memperhatikan kupu-kupu.

      Melihat gayungnya dipake oleh kupu-kupu menimban dan meminum air Kera muda penjaga sumur itupun marah dan memaki-maki si kupu-kupu, lalu ia menuduh kupu-kupu telah mencuri air milik nenek moyang mereka. Dan terjadilah pertengkaran yang hebat disana.

     “hei kupu-kupu mengapa engkau mencuri air kami? kupu-kupupun menjawab, ‘’enak saja ini bukan air dari nenek moyangmu”  air merupakan pemberian dari Tuhan yang ada sejak nenek moyangmu dan nenek moyang kami ada di sini! selama bertahun-tahun kami semua sangat setengah mati menjaga air sumur ini sehingga air sumur ini sungguh terawat dengan baik tegas si kera. Mendengar jawaban sang kera semakin maralah kupu-kupu. Lalu memberi tahu si kera agar minggu depan akan berperang. Untuk mengetahui bahwa siapa pemilik air tersebut yang sebenarnya! hei kera, panggil semua nenek-nenekmu, saudara-saudaramu, keluargamu lawan aku disini minggu depan. Mendengar itu kera langsung melaporkan semua kata-kata dari kupu-kupu kepada pasukanya.

       Malam itu, semua kera berunding untuk melawan kupu-kupu dan memerintakan sesuatu kepada semua pasukan kera untuk membawa sepotong kayu guna memukul si kupu-kupu. 

     Waktu yang ditunggu-tunggupun tiba! semua kera berbondong-bondong ke wae bajar, untuk berperang melawan kupu-kupu. Sesampainya kelompok kera itu di wae bajar mereka menungguh lama kehadiran si kupu-kupu.  Sekelompok Kera berteriak-teriak dan sangat marah karena kupu-kupu belum juga muncul.  Kupu-kupu pun mengetahui jika Kera sudah sangat marah lalu majulah seekor kupu-kupu didepan sekelompok Kera dan mengatakan bahwa perang segera dimulai sambil mengepak-ngepakan sayapnya lalu menyampaikan beberapa pesan ke semua kera yang sudah berkumpul. katanya : “dimanapun saya terbang kamu harus memukul saya dengan keras”., bagaimana sepakat? Tanya kupu-kupu! Kerapun berteriak-teriak menyepakati.  "nanti pada hitungan ketiga kita mulai ya? Lanjut kupu-kupu. Kupu-kupupun mulai berhitung :  satu, dua, tiga., mulai! Kerapun ikut berhitung dan pada hitungan ketiga lompatlah kupu-kupu di kepala sang kepala Suku dari sekelompok Kera. kepala suku berteriak… hei cepat kupu-kupu ada di dahiku! mendengar teriakan itu, wakil kepala suku langsung memukul kupu-kupu yang hinggap di kepala sang kepala suku dengan pukulan yang amat keras sehingga kepala suku tewas seketika. Kemudian kupu-kupu terbang di daun telinganya wakil kepala suku! dengan sigap kera yang berada dibelakangnya memukul kupu-kupu yang sudah hinggap didaun telinga wakil kepala suku dan meninggala si wakil kepala suku. Lalu kupu-kupu melompat disetiap tubuh, tangan, kaki dan anggota tubuh dari setiap kelompok kera yang ikut berperang hari itu dan banyak dari pasukan kera berjatuhan ada yang lehernya patah, tangan, hidung. Dan semua Kerapun mati dipukul oleh anggotanya sendiri.  Dan yang tersisa hidup ialah seekor anak kera yang belum bisa berjalan. 

Kupu-kupupun berpesan ke Anak kera supaya semua Kera tidak boleh datang minum air di Wae Bajar (sebelah barat poser) namun pada kenyataannya kupu-kupu juga merasa iba kepada kera-kera yang masih hidup untuk meminum air secara adil di wae bajar.

      sejak saat itu kehidupan para binatang di sekitar kampung poser mulai damai. 


Terima kasih sudah membaca cerita ini

"Semoga bermanfaat"




Oleh : Maksimus Sergis Santi,S.Pd,Gr.

Pada 3 April 2015.












Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH ASAL MULA PADI DI POSER ( WAE LAWAS ) KEC. LAMBA LEDA UTARA, KAB. MANGGARAI TIMUR. NTT

WAE RI,I FC MELAJU DENGAN SEMPURNA KE BABAK 8 BESAR..